Larutnya Malam tak Membuatku Sedikit tenang

Biasanya kebanyakan orang menanti malam hanya untuk merasakan nyenyaknya beristirahat dan menanti pergantian hari. Tetapi ada juga sebagian orang memanfaatkan sepertiga malamnya untuk beribadah menjalankan sholat tahajjud, sholat taubat dan sholat sunnah lainnya. Berdzikir memohon ampun kepada-Nya, ada yang hanya memikirkan dunia saja lupa dengan akhiratnya ada pula yang seimbang.
Tiba tiba. Aku terenung tiap kali ingin memejamkan mataku untuk menikmati tidurku. Teringat kebahagiaan dahulu menghiasi keluarga kami.serta segalanya cukup mencukupi kebutuhan, wajah ceria selalu terlihat disetiap wajah kedua orang tuaku dan saudara kandungku.tapi aku ingat itu hanya prihal yang lalu. Tak lama mengingat itu. Air mata sudah membasahi pipi dan menjalar merembas ke bantal.hidung pun mulai tersumbat suara sesenggukan melawan heningnya malam entah mengapa, sering kali malamku tak seindah malam malamnya temanku yang tidur nyenyak dikamar sendiri dan dibangunkan ketika adzan subuh berkumandang. Malamku lebih sering hanya untuk merenung menangis mengingat bukan untuk istirahat tidut dengan nyenyak dan bangun pagi.hidup tak selalu lurus, tak selalu halus ,tak selalu diatas semua ada perputaran akan saling merasakan posisi sesuai kadar kemampuan masing² setiap individunya. Dulu keluargaku menempati diantara tengah2 itu. Semua berjalan lancar hingga tiba semua merubah segalanya dan merusak isinya karna atas kecerobohan dan kesombongan yang dimiliki ayahku karna yang ia pikir mempunyai segalanya akan membuat ia bisa melakukan apa saja yang ia mau. Tanpa sadar apa akibat dari kesombongan itu.
Kemarahan suka menguasai mereka yang sombong. Membuat mereka lupa diri.
Begitulah mulanya. Kini sisanya hanya untuk menjadi yang terbaik dan merubah segalanya menjadi lebih baik lagi.
Aku tidak bisa merasakan nyenyaknya tidur. Sering kali menangis dipertengaham malam. Ingat dengan adik sendiri yang terbilang sering dimarahi oleh orang tuanya atas kesalahannya dan kadang kakak kakaknya pun ikut memarahinya. Diriku pun ikut. Aku menyadari hal itu. Sedih rasanya melihat ia yang masih kecil sudah sering merasakan rasanya diomelin
Aku sadar aku takut hal itu merubah sikapnya kelak ketika sudah besar. Dan kini aku tak pernah ikut memarahi tetapi merangkul dn menasehatinya. Karna aku tau betul rasanya dimarahi itu sakit .kadang setibanya ia bermain dg teman²nya membawa wajah yang sedih. Ternyata ia suka dibully, kadang juga ingin mempunyai barang² seperti teman² nya punya. Sepeda
Ingin sekali dia punya sepeda. Dan hari ini aku punya janji dengannya ingin membelikan ia sepeda ketika aku mendapat gaji dari hasil kerja kerasku. Supaya ia bisa bermain dg bahagia bersama teman² tanpa rasa malu tidak mempunyai sepeda lagi.
Sedihku teringat ketika setiap perjalanan pergi ,sering kali melihat orang² yang tinggal dipinggir jalan ataupun dibawah jembatan yang mohon maaf terbilang kurang layak tempat tinggalnya.ingin rasanya membantu mereka mereka, setidaknya membantu memudahkan mendapat makanan yang sehat dan bergizi. Karna aku tau betul rasanya tidak mempunyai apa apa. Dan aku sangat bersyukur masih diberi tempat tinggal yang layak meskipun numpang dirumah nenek. Kadang juga suka minder sama temen² sendiri yang memiliki rumah cukup besar dan luas tanpa tidur sempit sempitan sepertiku. Yang memiliki kamar sendiri dan ruangan yang luas kadang juga minder dengan kekasihku yang sangat aku cintai. Ia kuliah ia terbilang terkecukupan. Berbeda dengan aku yang menengah kebawah, tidak kuliah hanya kerja kerja kerja kerasss agar bisa merubah hidup lebih baik. Sedih seringkali ketika ingat.
Sedih karna keadaan, apalagi kini dimasa pandemi membuat semuanya menjadi sulit. Pemasukan menurun, pengeluaran meningkat, sulit untuk bekerja sulit untuk bertemu Ya Allah, kapan Pandemi Covid ini berakhir dan kembali seperti semula keadaan ini. Bagaimana keadaan keluarga yang diluar sana yang jauh lebih sulit sedih rasanya

Tetiba rindu, prihal rindu yang belum terobati. Entah  aku sangat mencintainya. Kadang ia tak pernah tau perjuanganku. Yang selalu menjaga hati dan perasaan ini dimanapun berada. Sayangku, ketahuilah aku sangat mencintaimu dan aku sedang berusaha kerja keras untuk memenuhi janjiku menikahimu dan memberi kebahagiaan kepada keluarga kita kelak. Aku tak mau hidup ku nanti sama seperti hidupku saat ku kecil. Dan aku mohon engkau pun tau perasaanku dan bisa menjaga perasaan dan hatimu hanya untukku seorang. Sayang aku rindu. Aku kangen
Malamku sedih yang bercampur
Sayang ingat janji nya yah! Jangan pernah menghianati. Tepati janjimu untukku.

Malam ini sedihku dikarenakan oleh beberapa hal bukan hanya prihal rindu tapi tentang kehidupan dan teman temannya :)
Selamat Berpuasa, stay safe, selalu jaga kebersihan dimasa sulit ini adanya pandemi
Aku ingin kembali bergurai bercerita bersamamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Hati